Nasihat Ali bin Abi Thalib kepada anaknya
sebelum meniggal dunia. Di nukil dari kitab " Lubaabul Aadaab " Hal.
1: 4 Karya Usamah bin Mungqidz. Dari Uqbah bin Abi Ash-Shohbaa RA. berkata:
" Ketika Ibnu Muljam (Semoga Allah mengutuknya) memukul (menusuk dengan
pisau) Amirul Mu'minin, Ali bin Abi Thalib. Semoga Allah meridloi kepadanya.
Masuklah Hasan (Semoga Allah meridloi
kepadanya) kepada beliau dalam keadaan menangis. Maka berkata Ali bin Abi
Thalib: " Wahai anakku, apa yang menyebabkan kamu menangis ?" Hasan mejawab: " Bagaimana aku tidak
menangis, sedangkan ayahku di hari pertama menuju akhirat dan hari terakhir
dari dunia (kematian) ? "
Ali bin Abi Thalib berkata: " Wahai
anakku, ingatlah dariku 4 perkara, niscaya 4 perkara itu tidak akan membahayakanmu,
jika kamu mengetahuinya ". Hasan
berkata: " Apakah itu wahai ayahku ?"
Ali bin Abi Thalib menjawab: Sekaya-kaya kekayaan adalah akal.
Seberat-berat kemiskinan adalah dungu. Sekejam-kejam kekerasan adalah ujub (sombong, kagum terhadap diri). Semulia-mulia
keturunan adalah akhlak yang baik.
Hasan berkata: " Wahai ayahku, ini
adalah 4 perkara, berikanlah kepadaku 4 perkara yang lainnya ". Ali bin
Abi Thalib menjawab: Wahai anakku, hindarilah olehmu berteman dengan pendusta.
Sebab, dia mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Hindarilah olehmu,
berteman dengan orang dungu. Sebab, dia menginginkan manfaat padamu, lalu
membahayakanmu. Hindarilah olehmu, berkawan dengan orang kikir. Sebab, dia akan
mendiamkan dari sesuatu yang kamu membutuhkannya. Hindarilah olehmu, duduk
dengan orang fasiq. Sebab, dia akan menjualmu dengan harga yang hina.
Pesan di atas dapat dimaknai betapa
pentingnya seseorang memegang kehati-hatian dalam menjalani kehidupan di dunia
yang fana ini. Terutama dalam memilih teman agar terhindar dari bahaya. Wallahu ‘Alam**
Ade Irsal Sufyan
Mahasiswa Program S2
di International Universty of Africa
Physical Therafist
di Chiropratic Centre Khartoum Sudan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar