Jumat, 22 Agustus 2014

Empat Perkara yang Diingatkan Ali Bin Abi Thalib



Nasihat Ali bin Abi Thalib kepada anaknya sebelum meniggal dunia. Di nukil dari kitab " Lubaabul Aadaab " Hal. 1: 4 Karya Usamah bin Mungqidz. Dari Uqbah bin Abi Ash-Shohbaa RA. berkata: " Ketika Ibnu Muljam (Semoga Allah mengutuknya) memukul (menusuk dengan pisau) Amirul Mu'minin, Ali bin Abi Thalib. Semoga Allah meridloi kepadanya.
Masuklah Hasan (Semoga Allah meridloi kepadanya) kepada beliau dalam keadaan menangis. Maka berkata Ali bin Abi Thalib: " Wahai anakku, apa yang menyebabkan kamu menangis ?"  Hasan mejawab: " Bagaimana aku tidak menangis, sedangkan ayahku di hari pertama menuju akhirat dan hari terakhir dari dunia (kematian) ? " 
Ali bin Abi Thalib berkata: " Wahai anakku, ingatlah dariku 4 perkara, niscaya 4 perkara itu tidak akan membahayakanmu, jika kamu mengetahuinya ".  Hasan berkata: " Apakah itu wahai ayahku ?"
Ali bin Abi Thalib menjawab:  Sekaya-kaya kekayaan adalah akal. Seberat-berat kemiskinan adalah dungu. Sekejam-kejam kekerasan adalah ujub  (sombong, kagum terhadap diri). Semulia-mulia keturunan adalah akhlak yang baik.
Hasan berkata: " Wahai ayahku, ini adalah 4 perkara, berikanlah kepadaku 4 perkara yang lainnya ". Ali bin Abi Thalib menjawab: Wahai anakku, hindarilah olehmu berteman dengan pendusta. Sebab, dia mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Hindarilah olehmu, berteman dengan orang dungu. Sebab, dia menginginkan manfaat padamu, lalu membahayakanmu. Hindarilah olehmu, berkawan dengan orang kikir. Sebab, dia akan mendiamkan dari sesuatu yang kamu membutuhkannya. Hindarilah olehmu, duduk dengan orang fasiq. Sebab, dia akan menjualmu dengan harga yang hina.
Pesan di atas dapat dimaknai betapa pentingnya seseorang memegang kehati-hatian dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Terutama dalam memilih teman agar terhindar dari bahaya. Wallahu ‘Alam**

Ade Irsal Sufyan
Mahasiswa Program S2
di International Universty of Africa
Physical Therafist
di Chiropratic Centre Khartoum Sudan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar